Tidak mudahnya menjadi seorang kiper

Menjadi seorang kiper dalam pertandingan sepak bola tidaklah gampang dan tidak bisa dipandang remeh.  Walaupun beberapa orang yang kurang mendalami olaharaga sepak bola akan memiliki pandangan bahwa posisi kiper itu lebih mudah bila dibandingkan posisi lain.  Berbeda dengan posisi lainnya, seperti forward, midfielder, defender ataupun variasi posisi lain seperti second striker, playmaker, winger, yang menuntut seorang pemain untuk terus berlari dan menempatkan posisi dirinya dalam area yang lebih luas.  Seorang kiper hanya dibebani menjaga gawang serta diperbolehkan menggunakan tangan. 

yarif tidak mudahnya menjadi seorang kiper Jika kita mengikuti berita sepakbola dunia, seorang kiper akan diapresiasi begitu melakukan sebuah penyelamatan gemilang.  Baru-baru ini, kiper Timnas Indonesia U-22 pada Sea Games 2017 Malaysia menjadi sorotan publik berkat penyelamatan-penyelamatan yang telah dia lakukan selama kompetisi tersebut berlangsung.  Untuk dapat melakukan sebuah penyelamatan, seorang kiper dituntut memiliki reflex dan stamina yang bagus.  Terbanyang kan seberapa kuat dan cepatnya bola yang meluncur ke gawang?  Selain kedua hal tersebut, pengetahuan akan pola permainan dan karakteristik lawan sangat diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan bagi kiper.  Misalkan keputusan untuk keluar sarang (area garis gawang) atau menunggu saat diserang pihak lawan atau skrimitch, dihadang dari kiri atau kanan dan lainnya.

Waktu saya kecil, pilihan menjadi kiper selalu menjadi prioritas pertama.  Selain tidak mudah capek, bisa sambil makan atau minum dekat gawang sambil melihat rekan tim berjuang memperebutkan bola, lari kesana kemari.  Ya.. hanyalah liga persahabatan tarkam, tanpa wasit dan tanpa durasi waktu, dan gawang hanya berupa kayu sekitar 50cm sebagai tiang gawang.  Tinggi gawang berdasarkan kemampuan jangkauan dari kiper.  Kalau kiper dinilai tidak sampai menjangkau bola yang mengarah ke gawang, ya berarti bola meluncur diatas gawang.  Sedihnya, menjadi kiper tidak bisa ikut selebrasi ramai-ramai saat terjadi gol, tidak bisa iseng temper (bahasa jawa) pemain lain ataupun unjuk aksi skill gocek bola sambil menendang kaki lawan.

Menjadi seorang kiper tidaklah mudah.  Punya tanggung jawab yang tinggi sebagai benteng terakhir.  Ketika melakukan blunder maka harus siap dijadikan kambing hitam atas kekalahan yang diderita.  Kiper juga mempunyai peran pula dalam menjaga motivasi tim karena punya kesempatan lebih mengawasi kondisi lapangan.  Tak heran tim-tim ternama memilih kiper dengan usia rentan terkait jam terbang dan kemampuan leadershipnya.  

So, sudah siapkah menjadi seorang kiper? Atau sudah baikkah menjadi seorang kiper? Bukan sekedar kiper dalam pertandingan sepak bola yang menjaga gawang dari kebobolan, melainkan kiper untuk menjaga kebaikan dan keharmonisan rumah tangga, hehe.. (akhir artikel mulai ngelantur)
Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar