Berganti ke 2014, siapkah? [instropeksi diri]


Tahun 2013 akan segera usai, tinggal menunggu hitungan jam dan menit lagi, beberapa momentum pun dipersiapkan demi menyonsong tahun baru yang akan dihadapi.  Mulai tahun yang diisukan bakal menjadi tahun politik, ataupun menjadi sebuah tahun kebangkitan perekonomian dan industri mandiri.  Ada pula yang berpendapat menjadi tahun kebangkitan persepakbolaan Indonesia dan lain sebagainya.  Disisi lain, setiap individu-individu, terutama pada diri seorang pemuda dengan gelora semangat dan daya juang yang luar biasa hebatnya, pasti memiliki sebuah target dan harapan dalam mengarungi perjalanan periode waktu, baik dalam jangka waktu sehari, minggu, bulan bahkan tahun.  Namun sebuah pertanyaan pribadi kembali muncul dengan adanya target-target, baik dalam lingkup personal ataupun organisasi tersebut. “Mampukah memanfaatkan waktu dengan baik dan efisien?”.  Sebuah masalah yang sering dihadapi oleh penulis pribadi, karena begitu seringnya menyia-nyiakan waktu yang telah ada.  Kita tahu dan pasti sangat paham bahwasannya waktu itu benar-benar sangat berharga.  

Dalam sebuah artikel di internet, dalam menyikapi begitu pentingnya waktu, setiap orang dan daerah memiliki motivasi tersediri.  Pepatah dari bangsa barat menyebutkan, time is money, sedangakan bangsa arab menyebutkan, waktu adalah pedang.  Sah saja mempergunakan pepatah ataupun motivasi darimanapun asalkan memiliki keutamaan mampu membuat waktu yang ada berjalan dengan baik dan benar.  Akan tetapi, diantara kedua pepatah tersebut, tidak perlu membahas prinsip barat yang mungkin membuat segala pemikiran yang ada mengarah kepada hal-hal yang bersifat material atau duniawi.  Penulis lebih suka condong pada pepatah Waktu adalah pedang, sehingga setiap kesempatan siap untuk memenggal leher pemiliknya tanpa kompromi. Sungguh kerugian yang ada dalam upaya penyia-nyian waktu karena waktu yang diberika oleh-Nya sangatlah terbatas.  Dalam sehari semalam memiliki rentang waktu 24 jam, dalam seminggu 7 hari, dalam satu bulan 28-31 hari, dan setahun punya 356 hari.  Sejumlah hari itulah yang telah terhabiskan di tahun 2013 yang segera meninggalkan ini.  

Mungkin bukan perasaan senang ataupun bahagia dengan diungkapkan melalui sebuah pesta ataupun perayaan yang luar biasa, akan tetapi sebuah kesedihan akibat ketidak tercapaian target yang ada di tahun tersebut, atau lebih mendalam lagi, sebuat penyia-nyiaan waktu yang telah dilakukan dan waktu telah memenggal.  Sebuah perasaan kesedihan bagaimana bisa mempertanggung jawabkan kesempatan-kesempatan emas yang telah dianugerahkan.  Sering kali (pengalaman pribadi.red) saat masalah menumpuk, selalu berharap memperoleh sebuah kelonggaran waktu dan segala sesuatu yang telah dikerjakan dimudahkan oleh-Nya.  Namun ketika waktu longgar, malah terbuang dengan santainya.  Bisa karena faktor-faktor kesenangan ataupun penyakit-penyakit waktu.  Penyakit-penyakit seperti "Santai saja...kan masih ada hari esok" merupakan penyakit kronis yang kadang hinggap dalam pemikiran manusia. Menuju 2014, persiapkan dengan matang, jangan biarkan 2014 sama halnya dengan 2013, segala mimpi insya Allah bisa terwujud asalkan mau berjuang dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.

"Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang." [H.R. Al Bukhari].

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." [Q.S. Al-Mujadilah:11]


Semoga bisa menginstropeksi pada diri penulis sendiri, dan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca
dan semoga hati kita dan waktu kita senantiasa dalam ketaatan kepada-Nya
Mohon maaf dan terima kasih

Surabaya, 31 Desember 2013

5 Komentar

  1. ok om.. monggo
    maaf hanya seadanya!

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Iya nih sering lupa kalau masih diberi nikmat kesehatan dan kesempatan.

    BalasHapus